Find us on Facebook

Senin, 09 November 2015

Unknown

call for paper (petunjuk penulisan)

PETUNJUK PENULISAN NASKAH
Seminar Nasional Analis Kesehatan I ‘Epidemiologi HIV/AIDS dan Perkembangan Metode Pemeriksaan Laboratorium’ menerima naskah publikasi mengenai hasil penelitian laboratorium, studi lapangan, studi kasus, kajian pustaka dengan bidang kajian ilmu kesehatan untuk dipublikasikan diproceeding yang kami persiapkan. Adapun mengenai petunjuk penulisan naskah adalah sebagai berikut :
Syarat artikel yang diterima :
Naskah hasil penelitian harus belum pernah dipublikasikan, ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris dengan tatabahasa yang baik dan benar, diketik dengan pengolahan kata MS termasuk gambar dan tabel (tabel dan gambar maksimal 25% dari keseluruhan naskah). Naskah diterima oleh panitia dalam bentuk softcopy dalam format docx. Panjang naskah minimal terdiri dari 10 (sepuluh) halaman dan tidak lebih dari 12 (dua belas) halaman kuarto (ukuran kertas A4) dengan bentuk huruf Times New Roman 11 pt, berjarak 1 spasi, tanpa lampiran.

Urutan Penulisan:
  1. Judul dalam bahasa Indonesia, maksimal 15 kata, diketik dengan huruf kapital bold Times New Roman 12 pt.
  2. Judul dalam bahasa Inggris diketik dengan huruf kapital bold Times New Roman 12 pt, dicetak miring.
  3. Nama lengkap penulis tanpa gelar, alamat email serta nama dan alamat instansi, diketik dengan cetak tegak Times New Roman bold 11 pt.
  4. Abstrak dalam bahasa Indonesia ditulis dengan cetak tegak Times New Roman 10 pt dan Abstract dalam bahasa Inggris ditulis dengan cetak miring Arial Narrow 10 pt, jarak baris 1 spasi. Abstrak ataupun Abstract hanya terdiri dari tiga alinea dengan jumlah kata maksimal 200 (dua ratus). Abstrak harus diakhiri dengan komentar tentang manfaat hasil penelitian atau kesimpulan singkat.
  5. Jika naskah ditulis dalam bahasa Inggris, urutan penulisan dimulai dari butir 2), butir 1), butir 3), kemudian butir 4) dengan ketentuan abstract ditulis sebelum abstrak.
  6. PENDAHULUAN, mencakup latar belakang, tujuan, manfaat, hipotesis dan tinjauan pustaka terhadap penelitian lain yang terkait.
  7. METODE PENELITIAN, memuat bahan dan cara pengambilan sampel, alat yang digunakan, prosedur penelitian, serta metode analisis data.
  8. HASIL DAN PEMBAHASAN.
  9. KESIMPULAN (DAN SARAN, kalau ada)
  10. UCAPAN TERIMA KASIH (kalau ada).
  11. DAFTAR PUSTAKA. Daftar Pustaka hanya memuat semua pustaka yang diacu pada naskah tulisan, bukan sekedar pustaka yang didaftar. Pustaka ditulis urut kemunculan pengacuan di naskah, bukan urut abjad penulis. Contoh penulisan daftar pustaka :
  • Buku dengan urutan penulisan: Penulis, tahun, judul buku (harus ditulis miring) volume (jika ada), edisi (jika ada), nama penerbit dan kota penerbit .
    Contoh:
    Castleman, K. R., 2004, Digital Image Processing, Vol. 1, Ed.2,  Prentice Hall, New Jersey.
     
  • Buku Terjemahan dengan urutan penulisan: Penulis asli (nama depan, tengah. (disingkat), belakang. (disingkat)), tahun buku terjemahan, judul bukuterjemahan (harus ditulis miring), volume (jika ada), edisi (jika ada), (diterjemahkan oleh : nama penerjemah), nama penerbit terjemahan dan kota penerbit terjemahan.
    Contoh:
    Gonzales, R., P. 2004, Digital Image Processing (Pemrosesan Citra Digital), Vol. 1, Ed.2,  diterjemahkan oleh Handayani, S., Andri Offset, Yogyakarta.
     
  • Artikel dalam Buku dengan urutan penulisan: Penulis artikel, tahun, judul artikel (harus ditulis miring), nama editor, judul buku (harus ditulis miring), volume (jika ada), edisi (jika ada), nama penerbit dan kota penerbit.
    Contoh:
    Wyatt, J. C, dan Spiegelhalter, D., 1991,  Field Trials of Medical Decision-Aids: Potential Problems and Solutions,  Clayton, P. (ed.): Proc. 15th Symposium on Computer Applications in Medical Care, Vol 1, Ed. 2, McGraw Hill Inc, New York.
     
  • Pustaka dalam bentuk artikel dalam majalah ilmiah:Urutan penulisan: Penulis, tahun, judul artikel, nama majalah (harus ditulis miring sebagai singkatan resminya), nomor, volume dan halaman.
    Contoh:
    Yusoff, M, Rahman, S.,A., Mutalib, S., and Mohammed, A. , 2006, Diagnosing Application Development for Skin Disease Using Backpropagation Neural Network Technique, Journal of Information Technology, vol 18, hal 152-159.
     
  • Pustaka dalam bentuk artikel dalam seminar ilmiah: Artikel dalam prosiding seminar dengan urutan penulisan: Penulis, tahun, judul artikel, Judul prosiding Seminar (harus ditulis miring), kota seminar, tanggal seminar.
    Contoh:
    Wyatt, J. C, Spiegelhalter, D, 2008, Field Trials of Medical Decision-Aids: Potential Problems and Solutions, Proceeding of  15th Symposium on Computer Applications in Medical Care, Washington, May 3.
     
  • Pustaka dalam bentuk Skripsi/Tesis/Disertasi dengan urutan penulisan: Penulis, tahun, judul skripsi, Skipsi/Tesis/Disertasi (harus ditulis miring), nama fakultas/ program pasca sarjana, universitas, dan kota.
    Contoh:
    Prasetya, E., 2006, Case Based Reasoning untuk mengidentifikasi kerusakan bangunan, Tesis, Program Pasca Sarjana Ilmu Komputer, Univ. Gadjah Mada, Yogyakarta.
     
  • Pustaka dalam bentuk Laporan Penelitian: Urutan penulisan: Peneliti, tahun, judul laporan penelitian, nama laporan penelitian (harus ditulis miring), nama proyek penelitian, nama institusi, dan kota.
    Contoh:
    Ivan, A.H., 2005, Desain target optimal, Laporan Penelitian Hibah Bersaing,Proyek Multitahun, Dikti, Jakarta.
     
  • Pustaka dalam bentuk artikel dalam internet (tidak diperkenankan melakukan sitasi artikel dari internet yang tidak ada nama penulisnya).
     
  • Artikel majalah ilmiah versi cetakan dengan urutan penulisan: Penulis, tahun, judul artikel, nama majalah (harus ditulis miring sebagai singkatan resminya), nomor, volume dan halaman.
    Contoh:
    Wallace, V. P. , Bamber, J. C. dan Crawford, D. C. 2000. Classification of reflectance spectra from pigmented skin lesions, a comparison of multivariate discriminate analysis and artificial neural network. Journal Physical Medical Biology , No.45, Vol.3, 2859-2871.
     
  • Artikel majalah ilmiah versi online dengan urutan penulisan: Penulis, tahun, judul artikel,  nama majalah ((harus ditulis miring sebagai singkatan resminya), nomor, volume, halaman dan alamat website.
    Contoh:
    Pi-Sunyer, F., Becker, C., Bouchard, R.A., Carleton, G. A., Colditz, W., Dietz, J., Foreyt, R. Garrison, S., Grundy, B. C., 1998,  Clinical Guidlines on the identification, evaluation, and treatment of overweight and obesity in adults, Journal of National Institutes of Health, No.3, Vol.4, 123-130, :http://journals.lww.com/acsm-msse/Abstract/1998/11001/paper_treatment_of_obesity.pdf.
     
  • Artikel umum dengan urutan penulisan: Penulis, tahun, judul artikel, alamat website (harus ditulis miring), diakses tanggal …
    Contoh:
    Borglet, C, 2003, Finding Asscociation Rules with Apriori Algorithm, http://www.fuzzy.cs.uniagdeburgde/~borglet/apriori.pdf,  diakses tgl 23 Februari 2007.
Pengacuan pustaka diakhir kalimat dilakukan dengan menuliskan nama penulis yang diacu dan tahun yang diapit tanda kurung, mis. (Borglet, 2003), atau (Pi-Sunyer dkk., 1998). Sedangkan untuk pengacuan pustaka di awal kalimat dilakukan dengan menuliskan nama penulis yang diacu dan tahun. Penulisan tahun diberi tanda kurung, mis.  Borglet (2003)  mengatakan ……. Atau  Pi-Sunyer dkk. (1998) menyimpulkan bahwa …….. Contoh melakukan perujukan sumber pustaka dalam naskah tulisan :
  • Smith [1] menemukan bahwa tumbuhan pengikat N dapat diinfeksi oleh beberapa spesies Rhizobium yang berbeda.
  • Integrasi vertikal sistem rantai pasokan dapat menghemat total biaya distribusi antara 15% sampai 25 % [1,2,3].
  • Walaupun keberadaan Rhizobium normalnya mampu meningkatkan pertumbuhan kacang-kacangan [2], namun telah didapat pula hasil yang berbeda bahkan berlawanan [3].











 Judul Naskah Publikasi Maksimum 12 Kata dlm bhs.Ind
(Center, Times New Roman 18, maks 12 kata Bhs. Ind. or 10 words in English  )


First Author*1, Second Author2, Third Author3
1,2,3Institution/affiliation; addres, telp/fax of institution/affiliation
2Jurusan Kimia, FMIPA UGM, Yogyakarta
3Program Studi D3 Analis Kesehatan, STIKES Guna Bangsa, Yogyakarta


Abstrak
Abstrak Maksimal 200 kata berbahasa Inggris dicetak miring dengan Times New Roman 11 point. Abstrak harus jelas, deskriptif dan harus memberikan gambaran singkat masalah yang diteliti. Abstrak meliputi alasan pemilihan topik atau pentingnya topik penelitian, metode penelitian dan ringkasan hasil. Abstrak harus diakhiri dengan komentar tentang pentingnya hasil atau kesimpulan singkat.

Kata kunci3-5 kata kunci, Algoritma A, algoritma B, kompleksitas


Abstract
 A maximum 200 word abstract in English in italics with Times New Roman 11 point. Abstract should be clear, descriptive, and should provide a brief overview of the problem studied. Abstract topics include reasons for the selection or the importance of research topics, research methods and a summary of the results. Abstract should end with a comment about the importance of the results or conclusions brief.

Keywords3-5 keywords, Algorithm A, B algorithms, complexity


1. PENDAHULUAN

D
okumen ini  adalah  template untuk versi Word (doc). Bila anda dapat menggunakan versi dokumen ini sebagai referensi untuk menulis manuscript anda.
Pendahuluan menguraikan latar belakang  permasalahan yang diselesaikan, isu-isu yang terkait dengan masalah yg diselesaikan, ulasan penelitan yang pernah dilakukan sebelumnya oleh peneliti lain yg relevan dengan penelitian yang dilakukan.


2. METODE PENELITIAN

Makalah hendaknya memuat tulisan yang berisi 1.Pendahuluan, 2. Metode Penelitian (bisa meliputi analisa, arsitektur, metode yang dipakai untuk menyelesaikan masalah, implementasi), 3. Hasil dan Pembahasan, 4. Kesimpulan dan 5. Saran (future works) yg berisi penelitian lanjut di masa mendatang. Pada setiap paragraph bisa terdiri dari beberapa subparagraph yang dituliskan dengan penomoran angka arab seperti yang ditunjukkan section berikut ini. Jumlah halaman minimum 10 halaman dan maksimum 12 halaman ukuran A4.

2.1 Pendahuluan

Pendahuluan menguraikan latar belakang  permasalahan yang diselesaikan, isu-isu yang terkait dengan masalah yg diselesaikan, ulasan penelitan yang pernah dilakukan sebelumnya oleh peneliti lain yg relevan dengan penelitian yang dilakukan. Perhatikan juga cara pembuatan Sub-bab.

Semua tabel dan gambar yang anda masukkan dalam dokumen harus disesuaikan dengan urutan 1 kolom atau ukuran penuh satu kertas, agar memudahkan bagi reviewer untuk mencermati makna gambar. Untuk grafik dapat mengikuti format untuk diagram dan gambar.


Description: lena%258bit%25plain 
Gambar 1  Citra lena.bmp

 



Gambar 2  Grafik perbandingan

 

Tabel 1 Perbandingan Algoritma A dan Algoritma B

Algoritma
Waktu Proses
Ketelitian
Memori
A
120 ms
98 %
200 KB
B
105 ms
95 %
415 KB

Rumus Matematika

Jika anda menggunakan Word, gunakan persamaan Microsoft Equation Editor atau MathType, ditulis ditengah, dan diberi nomor persamaan mulai dari (1), (2) dst.
                                                                       (1)

Pengacuan Pustaka

Pengacuan pustaka dilakukan dengan menuliskan [nomor urut pada daftar pustaka] mis. [1], [1,2], [1,2,3]. Sitasi kepustakaan harus ada dalam Daftar Pustaka dan Daftar Pustaka harus ada sitasinya dalam naskah. Pustaka yang disitasi pertama kali pada naskah [1], harus ada pada daftar pustaka no satu, yg disitasi ke dua, muncul pada daftar pustaka no 2, begitu seterusnya. Daftar pustaka urut kemunculan sitasi, bukan urut nama belakang. 


3. HASIL DAN PEMBAHASAN

Pembahasan terhadap hasil penelitian dan pengujian yang diperoleh disajikan dalam bentuk uraian teoritik, baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Hasil percobaan sebaiknya ditampilkan dalam berupa grafik atau pun tabel. Untuk grafik dapat mengikuti format untuk diagram dan gambar.

4. KESIMPULAN

Kesimpulan harus mengindikasi secara jelas hasil-hasil yang diperoleh, kelebihan dan kekurangannya, serta kemungkinan pengembangan selanjutnya.
Kesimpulan dapat berupa paragraf, namun sebaiknya berbentuk point-point dengan menggunakan numbering atau bullet.


5. SARAN

Saran-saran untuk untuk penelitian lebih lanjut untuk menutup kekurangan penelitian. Tidak memuat saran-saran  diluar untuk penelitian lanjut.


UCAPAN TERIMA KASIH


Penulis mengucapkan terima kasih kepada xxx yang telah memberi dukungan financial terhadap penelitian ini.


DAFTAR PUSTAKA

Buku dengan urutan penulisan: Penulis, tahun, judul buku (harus ditulis miring) volume (jika ada), edisi (jika ada), nama penerbit dan kota penerbit .
[1]        Castleman, K. R., 2004, Digital Image Processing, Vol. 1, Ed.2,  Prentice Hall, New Jersey.

Buku Terjemahan dengan urutan penulisan: Penulis asli (nama depan, tengah. (disingkat), belakang. (disingkat)), tahun buku terjemahan, judul bukuterjemahan (harus ditulis miring), volume (jika ada), edisi (jika ada), (diterjemahkan oleh : nama penerjemah), nama penerbit terjemahan dan kota penerbit terjemahan.
[2]        Gonzales, R., P. 2004, Digital Image Processing (Pemrosesan Citra Digital), Vol. 1, Ed.2,  diterjemahkan oleh Handayani, S., Andri Offset, Yogyakarta.

Artikel dalam Buku dengan urutan penulisan: Penulis artikel, tahun, judul artikel (harus ditulis miring), nama editor, judul buku (harus ditulis miring), volume (jika ada), edisi (jika ada), nama penerbit dan kota penerbit.
[3]        Wyatt, J. C, dan Spiegelhalter, D., 1991,  Field Trials of Medical Decision-Aids: Potential Problems and Solutions,  Clayton, P. (ed.): Proc. 15th Symposium on Computer Applications in Medical Care, Vol 1, Ed. 2, McGraw Hill Inc, New York.

Pustaka dalam bentuk artikel dalam majalah ilmiah:
Urutan penulisan: Penulis, tahun, judul artikel, nama majalah (harus ditulis miring sebagai singkatan resminya), nomor, volume dan halaman.
[4]        Yusoff, M, Rahman, S.,A., Mutalib, S., and Mohammed, A. , 2006, Diagnosing Application Development for Skin Disease Using Backpropagation Neural Network Technique, Journal of Information Technology, vol 18, hal 152-159.
.
Pustaka dalam bentuk artikel dalam seminar ilmiah:
Artikel dalam prosiding seminar dengan urutan penulisan: Penulis, tahun, judul artikel, Judul prosiding Seminar (harus ditulis miring), kota seminar, tanggal seminar.
[5]        Wyatt, J. C, Spiegelhalter, D, 2008, Field Trials of Medical Decision-Aids: Potential Problems and Solutions, Proceeding of  15th Symposium on Computer Applications in Medical Care, Washington, May 3.

Pustaka dalam bentuk Skripsi/Tesis/Disertasi dengan urutan penulisan: Penulis, tahun, judul skripsi, Skipsi/Tesis/Disertasi (harus ditulis miring), nama fakultas/ program pasca sarjana, universitas, dan kota.
[6]        Prasetya, E., 2006, Case Based Reasoning untuk mengidentifikasi kerusakan bangunan, Tesis, Program Pasca Sarjana Ilmu Komputer, Univ. Gadjah Mada, Yogyakarta.

Pustaka dalam bentuk Laporan Penelitian:
Urutan penulisan: Peneliti, tahun, judul laporan penelitian, nama laporan penelitian (harus
ditulis miring), nama proyek penelitian, nama institusi, dan kota.
[7]        Ivan, A.H., 2005, Desain target optimal, Laporan Penelitian Hibah Bersaing,Proyek Multitahun, Dikti, Jakarta.

Pustaka dalam bentuk artikel dalam internet (tidak diperkenankan
melakukan sitasi artikel dari internet yang tidak ada nama penulisnya):
Artikel majalah ilmiah versi cetakan dengan urutan penulisan: Penulis, tahun, judul artikel, nama majalah (harus ditulis miring sebagai singkatan resminya), nomor, volume dan halaman.
[8]        Wallace, V. P. , Bamber, J. C. dan Crawford, D. C. 2000. Classification of reflectance spectra from pigmented skin lesions, a comparison of multivariate discriminate analysis and artificial neural network. Journal Physical Medical Biology , No.45, Vol.3, 2859-2871.

Artikel majalah ilmiah versi online dengan urutan penulisan: Penulis, tahun, judul artikel,  nama majalah ((harus ditulis miring sebagai singkatan resminya), nomor, volume, halaman dan
alamat website.
[9] Xavier Pi-Sunyer, F., Becker, C., Bouchard, R.A., Carleton, G. A., Colditz, W., Dietz, J., Foreyt, R. Garrison, S., Grundy, B. C., 1998,  Clinical Guidlines on the identification, evaluation, and treatment of overweight and obesity in adults, Journal of National Institutes of Health, No.3, Vol.4, 123-130, :http://journals.lww.com/acsm-msse/Abstract/1998/11001/paper_treatment_of_obesity.pdf.

Artikel umum dengan urutan penulisan: Penulis, tahun, judul artikel, alamat website (harus ditulis miring), diakses tanggal …
[10] Borglet, C, 2003,Finding Asscociation Rules with Apriori Algorithm,http://www.fuzzy.cs.uniagdeburgde/~borglet/apriori.pdf,  diakses tgl 23 Februari 2007.


Daftar Pustaka hanya memuat semua pustaka yang diacu pada naskah tulisan, bukan sekedar pustaka yang didaftar. Pustaka ditulis urut kemunculan pengacuan di naskah, bukan urut abjad penulis. Berikut contoh penulisan daftar pustaka
DAFTAR PUSTAKA

[1]        Castleman, Kenneth R., 2004, Digital Image Processing, Vol. 1, Ed.2,  Prentice Hall, New Jersey.

[2]        Gonzales, R., P. 2004, Digital Image Processing (Pemrosesan Citra Digital), Vol. 1, Ed.2,  diterjemahkan oleh Handayani, S., Andri Offset, Yogyakarta.

[3]        Wyatt, J. C, dan Spiegelhalter, D., 1991,  Field Trials of Medical Decision-Aids: Potential Problems and Solutions,  Clayton, P. (ed.): Proc. 15th Symposium on Computer Applications in Medical Care, Vol 1, Ed. 2, McGraw Hill Inc, New York.

[4]        Yusoff, M, Rahman, S.,A., Mutalib, S., and Mohammed, A. , 2006, Diagnosing Application Development for Skin Disease Using Backpropagation Neural Network Technique, Journal of Information Technology, vol 18, hal 152-159.

[5]        Wyatt, J. C, Spiegelhalter, D, 2008, Field Trials of Medical Decision-Aids: Potential Problems and Solutions, Proceeding of  15th Symposium on Computer Applications in Medical Care, Washington, May 3.

[6]        Prasetya, E., 2006, Case Based Reasoning untuk mengidentifikasi kerusakan bangunan, Tesis, Program Pasca Sarjana Ilmu Komputer, Univ. Gadjah Mada, Yogyakarta.

[7]        Ivan, A.H., 2005, Desain target optimal, Laporan Penelitian Hibah Bersaing,Proyek Multitahun, Dikti, Jakarta.

[8] Wallace, V. P. , Bamber, J. C. dan Crawford, D. C. 2000. Classification of reflectance spectra from pigmented skin lesions, a comparison of multivariate discriminate analysis and artificial neural network. Journal Physical Medical Biology , No.45, Vol.3, 2859-2871.

[9]        Xavier Pi-Sunyer, F., Becker, C., Bouchard, R.A., Carleton, G. A., Colditz, W., Dietz, J., Foreyt, R. Garrison, S., Grundy, B. C., 1998,  Clinical Guidlines on the identification, evaluation, and treatment of overweight and obesity in adults, Journal of National Institutes of Health, No.3, Vol.4, 123-130, :http://journals.lww.com/acsm-msse/Abstract/1998/11001/paper_treatment_of_obesity.pdf.


[10] Borglet, C, 2003,Finding Asscociation Rules with Apriori Algorithm,http://www.fuzzy.cs.uniagdeburgde/~borglet/apriori.pdf,  diakses tgl 23 Februari 2007.
Read More

Jumat, 08 Mei 2015

Unknown

VAKSIN CAMPAK TERBARU DI INDONESIA



VAKSIN CAMPAK TERBARU DI INDONESIA

Banyak virus penyebab penyakit baru semacam  SARS dan MERS-Cov, virus penyebab "penyakit lama" masih beredar di Indonesia.Virus campak salah satunya.

Campak adalah infeksi yang disebabkan oleh virus. Penyakit ini akan memunculkan ruam di seluruh tubuh dan sangat menular. Campak bisa sangat mengganggu dan mengarah pada komplikasi yang lebih serius. Gejala campak mulai muncul sekitar satu hingga dua minggu setelah virus masuk ke dalam tubuh.gejala yang biasanya muncul adalah:
  • Mata merah.
  • Mata menjadi sensitif terhadap cahaya.
  • Gejala menyerupai pilek seperti radang tenggorokan, hidung beringus atau tersumbat.
  • Mengalami demam.
  • Bercak putih keabu-abuan pada mulut dan tenggorokan.

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Lembaga Eijkman dan Rumah Sakit Umum Daerah Ulin di Banjarmasin menemukan genotif virus campak yang sebelumnya tak pernah dijumpai di Tanah Air.

Edi Hartoyo, dokter di RSUD Ulin, mengirimkan 16 sampel virus campak yang didapatkan di Banjarmasin ke Lembaga Eijkman. Hasil analisis yang dilakukan menunjukkan, 9 di antara 16 sampel yang didapatkan merupakan genotif D8.

"Itu belum pernah didapatkan di Indonesia sebelumnya," kata Ageng Wiyatno, peneliti di Lembaga Eijkman, dalam seminar Dengue and Other Emerging Viruses: Confronting the Threats with New Technologies di Jakarta, Senin (23/3/2015).

Menanggapi hal tersebut, Subangkit, peneliti campak di Badan Litbang Kementerian Kesehatan, mengungkapkan bahwa berdasarkan surveillance yang dilakukan lembaganya, persebaran genotif D8 di Indonesia memang tergolong baru.


Subangkit yang bertanggung jawab pada penelitian di wilayah Sumatera dan Kalimantan mengatakan, genotif D8 baru terdeteksi pada 2014. "Kami temukan di Bandung dan Riau," katanya.
Secara global, terdapat 24 genotif virus campak. Genotif yang beredar di Indonesia mayoritas genotif G2, G3, dan D9. Genotif D8 sendiri saat ini tersebar di wilayah Asia, Eropa, dan Afrika bagian selatan.Campak sendiri bila dibiarkan bisa memicu komplikasi. Pneumonia adalah komplikasi paling umum yang dijumpai di Indonesia. Penderita bisa meninggal, bukan oleh campak, melainkan karena komplikasi yang diderita.Di Indonesia, campak masih membuat Banjarmasin dinyatakan mengalami kejadian luar biasa (KLB). Edi mengatakan, sepanjang tahun 2014, masih terdapat 34 kasus, tinggi untuk penyakit campak. Hingga Maret tahun 2015, sudah ada 17 kasus.Campak sendiri bila dibiarkan bisa memicu komplikasi. Pneumonia adalah komplikasi paling umum yang dijumpai di Indonesia. Penderita bisa meninggal, bukan oleh campak, melainkan karena komplikasi yang diderita.
Sumber : kompas.com
Read More
Unknown

TETAP SEHAT DENGAN KANTONG ANAK KOS


TETAP SEHAT DENGAN KANTONG ANAK KOS,,,

Buat anak-anak mahasiswa mahasiswi  perantau, tips ini pasti berguna banget buat kalian,bagaimana cara untuk mengatur pola makan dan pola hidup yang sehat dengan kantong anak kos yang kita semua udah tau lah kedalaman dari kantong anak kos,,,,,,hahahahaha.tips ini dibuat oleh kakak kita Savina Hasbiani  seorang dokter lulusan UGM
Food combining adalah pengaturan makanan yang disesuaikan dengan sistem pencernaan alamiah tubuh. Tujuan utama dari pola makan ini adalah membuat tubuh berada di PH darah yang netral antara asam-basa. Kuncinya adalah menciptakan KESEIMBANGAN. Tubuh kita sangat mencintai keseimbangan, yang terkadang sering dicuekin oleh otak si pemilik tubuh. Karena untuk menciptakan kesimbangan, seringkali memang bertentangan dengan kenikmatan duniawi.
Aspek pertama yang wajib harus diperhatikan adalah: Karbohidrat dan protein hewani adalah makanan yang bersifat asam, jadi tidak boleh dimakan bersamaan. Makanan bersifat asam ini baiknya dimakan bersamaan dengan makanan bersifat basa, yaitu sayuran dan protein nabati. Biar gampang membayangkannya, contoh menu yang sesuai kaidah food combining adalah nasi (asam) dengan sayur dan lauk tempe tahu (basa).Atau capcay yang lengkap dengan isian sayuran (basa), seafood dan daging ayam (asam).
Pola makan seperti ini mengusahakan tubuh untuk menerima dan menyerap dengan baik kandungan gizi yang ada dalam satu unsur makanan. Dengan mengkonsumsi makanan pembentuk basa (buah dan sayuran), PH akan bergerak sendiri ke netral. Jangan khawatir mati lemas atau takut kelaparan karena ga makan nasi!
Ini loh caranya menjalankan food combining:

  
1. Sarapan
Untuk sarapan  pada pagi hari,  pukul 4 pagi s/d pukul 12 siang adalah fase  dimana ‘sisa proses’, dibuang dari tubuh. Dalam bentuk kotoran, urine keringat atau nafas. Di fase ini, tubuh juga memerlukan energi yang sangat besar. Konsumsi buah dalam keadaan perut kosong tidak menimbulkan masalah bagi asam lambung, karena sifat buah adalah pembentuk basa. Nah,untuk itu, mulai dari sekarang biasakan kita sarapan buah!
Kita tahu bahwa anggaran APBN (Anggaran Per Bulan aNak kos) cukup terbatas.Belum lagi, tidak semua anak kos memiliki kulkas, maka kita bisa mengakalinya dengan membeli buah yang murah namun tahan agak lama.
Teman-teman bisa membeli mangga, pisang, pepaya, semangka, melon, ataupun jambu air. Untuk buah yang tinggi kandungan airnya seperti semangka, melon atau pepaya, belilah setengah atau seperempat kilo aja, yang bisa habis dalam sekali makan. Hindari buah beralkohol seperti durian, nangka dan cempedak karena tidak sesuai dengan kriteria buah “baik santap” di pagi hari.

Karena sifat buah yang mudah dicerna, makan buah memang bisa bikin cepat kenyang namun juga bisa bikin cepat lapar dalam waktu dekat. Untuk itu, boleh juga teman-teman mengkonsumsi 1 butir apel atau pir untuk mengusir rasa lapar yang mengganggu. Khusus buah pisang dan mangga, sebaiknya tidak disantap untuk sarapan. Jika rasa lapar mulai dirasa, namun waktu belum juga menunjukkan pukul 12 siang, maka santaplah pisang atau mangga di saat “jam-jam kritis”.

2. Makan siang
Untuk makan siang, pilihlah  menu dengan aturan kombinasi karbohidrat+sayur atau protein+sayur. Karena, pada waktu ini (12-20.00) tubuh mengalami proses pencernaan.
Sebenarnya, tidak susah untuk menerapkan pola makan seperti ini. Tinggal jalan kaki lima langkah ke warteg terdekat dan pesan nasi beserta sayurnya. Akanlebih baik lagi kalau makan sayur yang mentah, seperti selada. Namun, jangan lupa, pastikan selada tersebut harus di cuci terlebih dahulu ya.
Untuk kombinasi karbo+sayur bisa diganti dengan protein hewani+sayur. Contohnya, teman-teman bisa pesan ayam,ikan atau telur goreng yang disantap bersama dengan sayur. Jika saat jam makan siang tergiur ingin menikmati tempe goreng, maka santaplah tempe dengan nasi. Mengapa? karena tempe termasuk protein nabati (basa) yang harus dikombinaskan dengan asam (nasi). Dengan pola makan siang seperti ini, biaya yang paling banter dikeluarkan hanyalah 10ribu.





3. Makan malam

Pada malam hari, tubuh melalui fase penyerapan makanan (pukul 8 malam – 4 pagi). Sehingga, makan malam sebaiknya dilakukan sebelum pukul 20.00. Sebaiknya makan malam jangan yang terlalu berat.Teman-teman bisa membeli capcay atau sayur-sayuran yang lain. Tapi ingat! Jangan di campur nasi ya. Jika ingin menyantap tumis kangkung atau buncis , maka kombinasi yang tepat adalah ditambah dengan lauk ikan atau daging. Diusahakan jangan sering makan nasi karena terlalu tinggi kandungan karbohidrat di dalamnya. Untuk makan malam, biaya yang dikeluarkan sangat murah, sekitarRp. 8-10ribu.
Berikut ini anggaran per hari per kepala anak kos untuk biaya hidup sehat :
Sarapan buah = Rp. 5.000
Makan siang = Rp. 10.000
Makan malam = Rp. 10.000
Total = Rp. 25.000
Gimana, seru kan ber- food combining? Kalau dihitung-hitung, sehari cukup mengeluarkan maksimal uang 25 ribu rupiah untuk memperoleh hidup sehat! Kalau dilakukan dengan rutin dan disiplin, tubuh teman-teman bakal terasa segar. Lebih bugar lagi jika dikombinasikan dengan rutin olahraga tiga kali seminggu seperti lari pagi dan berenang.selamat mencoba...

Diolah dari sumber: www.Erykar.com


Read More